0



Untukmu yang sedang merindu...
Simak nih kultwitt dari Ustadz Faudzil ‘Adhim, moga bermanfaat
(^_^)
0. Sejenak ingin berbincang ttg menawarkan diri. Semoga bermanfaat bagi muslimah yg ingin menjaga agama dan menyempurnakannya. #kupinang
1. Menikah mrpkn sunnah yg diagungkan o/ Allah. Al Qur’an mnyebut prnikahan sbg mitsaqan ghalizha (prjanjian yg sangat berat).#kupinang
2. Mitsaqan ghalizha adlh perjanjian yg paling kuat di hadapan Allah. Hanya tiga kali Al-Qur’an menyebut mitsaqan ghalizha. #kupinang
3. Hanya untuk tiga perjanjian Allah memberi nama mitsaqan ghalizha. Dua perjanjian berkenaan dengan tauhid, >> #kupinang
4. >> yaitu perjanjian Allah dengan Bani Israel yang untuk itu Allah mengangkat bukit Thursina ketika mengambil sumpah. #kupinang
5. Sedang yang lain adalah perjanjian Allah dengan para Nabi Ulul Azmi, Nabi yang paling utama di antara para Nabi. #kupinang
6. Dan, pernikahan termasuk perjanjian yang oleh Allah digolongkan sebagai mitsaqan ghalizha. #kupinang
7. Setiap jalan menuju mitsaqan ghalizha dmuliakan o/ Allah. Islam berikan pnghormatan yg suci kpd niat & ikhtiar u/ menikah.#kupinang
8. Nikah adalah masalah kehormatan agama, bukan sekedar legalisasi penyaluran kebutuhan biologis dengan lawan jenis.#kupinang
9. Islam memperbolehkan kaum wanita untuk menawarkan dirinya kepada laki-laki yang berbudi luhur, >> #kupinang
10. >> yang ia yakini kekuatan agamanya, dan kejujuran amanahnya menjadi suaminya. #kupinang
11. Dan Khadijah adalah teladan pertama bagi wanita yang bermaksud untuk menawarkan diri. #kupinang
12. Sikap menawarkan diri menunjukkan ketinggian akhlak dan kesungguhan untuk mensucikan diri. #kupinang
13. Sikap ini lebih dekat kepada ridha Allah dan untuk mendapatkan pahala-Nya. #kupinang
14. Yakinlah, Allah pasti akan mencatatnya sebagai kemuliaan dan mujahadah (perjuangan) suci. #kupinang
15. Jika sikap menawarkan diri dilakukan dengan ketinggian sopan santun, tidak akan menimbulkan akibat kecuali yang maslahat.#kupinang
16. Seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan mendalam pasti akan meninggikan penghormatan terhadap mujahadah saudaranya.#kupinang
17. Tidak akan merendahkan wanita yang menjaga kehormatannya seperti ini, kecuali laki-laki yang rendah #kupinang
18. >> dan tidak memiliki kehormatan kecuali sekedar apa yang disangkanya sebagai kebaikan. #kupinang
19. Seorang laki-laki akan sangat hormat, setia & menaruh kasih sayang mndalam jk ia terima tawaran wanita shalihah u/ menikahi.#kupinang
20. Semoga Allah menambahkan kemuliaan dlm keluarganya & mmberikan keturunan yg meninggikan derajat orangtua di hadapan Allah. #kupinang
21. Kalau terhalang untuk menerima tawaran, maka pada diri laki-laki akan tumbuh rasa hormat, segan, dan respek terhadapnya.#kupinang
22. Sungguh, saya sangat hormat kepada mereka yang berani bermujahadah. Kepada mereka, saya ingin menyampaikan salam hormat saya. #kupinang
23. Semoga Allah memberi pertolongan dan ridha-Nya kepada kita semua sampai kelak Allah mengumpulkan di akhirat. #kupinang
24. Mudah-mudahan Allah ‘Azza wa Jalla mengumpulkan mereka bersama Khadijah di Al Haudh. Allahumma amin. #kupinang
25. Sy ingin mmbahas masalah ini lbh lanjut, mngingat pentingnya masalah ini. Sedang sikap sperti ini mrpkn sikap yg dimuliakan.#kupinang
26. Saat ini cukuplah dengan melihat contoh yang tercatat dalam sejarah. Imam Bukhari menuturkan cerita dari Anas ra.. #kupinang
27. Ada seorang wanita datang mnawarkan diri kpd Rasulullah saw. dan berkata, “Ya, Rasulullah! apakah engkau membutuhkan daku?”#kupinang
28. Putri Anas ra. yang hadir dan mendengar perkataan wanita itu mencela sebagai wanita yang tidak punya harga diri >> #kupinang
29. >> dan rasa malu, “Alangkah sedikit rasa malunya. Sungguh memalukan, sungguh memalukan.” #kupinang
30. Anas brkata kpd putrinya, “Dia lbh baik darimu. Dia senang kpd Rasulullah saw, lalu menawarkan dirinya u/ beliau!” HR. Bukhari#kupinang
31. Betapa pun demikian, seseorang tidak boleh berlaku serampangan. Perhatikan adab, perhatikan ilmunya sebelum menawarkan diri. #kupinang
32. Dan tidak ada jalan hidup yang sempurna dan Allah Ta’ala ridhai selain Islam. Maka pelajarilah agama ini. #kupinang
Kisah Rabi’ah binti Ismail Asy Syamiyah patut direnungkan.
Sejatinya janji Allah adalah benar, “laki-laki baik teruntuk wanita baik, laki-laki mukmin teruntuk wanita mukmin” maka semestinyalah harapan itu diikuti dengan usaha memantaskan diri. Jadi...tunggu apa lagi, mari bersegera...
Dan engkau yang hatinya merindukan pendamping,
katakanlah ini dengan keseluruhan jiwamu
kepada Tuhan Yang Maha Cinta …
Tuhan, aku dengar-dengar
katanya aku akan dipinang, kapan ya?
Mohon jangan lama-lama ya Tuhan?
Marilah kita menyatukan hati
dan memohon agar setiap jiwa dari kita
dilindungi dari luka hati,
dibahagiakan dalam hubungan
yang penuh kasih dan kesetiaan,
dan dibahagiakan dalam kehidupan
yang sehat, panjang umur, dan berezeki baik.
[mt]
[copas http://inspirasimustika.blogspot.com/2012/08/mitsaqan-ghalizha-untukmu-yang.html ]

Dikirim pada 20 Agustus 2012 di Belajar dari Ustadz


Seperti yang tertulis di ,http://inspirasimustika.blogspot.com/2011/11/sms-motivasi_14.html, semoga bermanfaat...

Maka syukur semestinya terucap jika saya berjumpa dengan beliau. Selalu saja ada hikmah terekam dalam setiap cakap. Seperti siang ini. Sekedar mendengar celotehan tentang tempat kerja baru saya, semua ini berawal. Terlalu semangat saya berceloteh hingga beliau yang tadinya berdiri akhirnya duduk di depan saya. Hehehe...
Nada dering sms beliau menyela pembicaraan kami. Senyum terukir di bibir beliau setelah membaca sms tadi. "Jadikanlah hari ini yang terbaik, rugi jika sudah meninggalkan keluarga sampai sore tapi hasilnya bukanlah yang terbaik...”, kata beliau. “Saya selalu sms ke suami. Sms motivasi...”, “kapan Bu kasihnya? Tadi pagi?” tanya saya. “tidak, kalau pagi nanti lupa beliau. Sms-nya siang gini, biar inget...kalau beliau sms-nya sms tausiyah,” kata beliau sambil tertawa simpul. “Gimana Bu bunyi smsnya, saya tulis disini ya, “ ijin saya. “Manggilnya gimana? Mas gitu ya? “tanya saya sambil senyum. Saya ingat cara beliau memanggil suaminya. “Iya...” sahut beliau. Saya acungkan kedua jempol saya pada beliau sambil berkata, “hebat Bu, jarang lho yang sms begitu, bisa jadi smsnya pesan minta dibelikan sesuatu yang membebani suami kerja,”. “Iya...diakhir sms saya selipi do’a, semoga Allah meridhoi kita, beliau itu rajin tidak seperti saya", jelas beliau.
Dan inilah sms beliau,
Mas... Jadikanlah hari ini sebagai amalan terbaik, rugi jika sudah meninggalkan keluarga sampai sore tapi hasilnya bukanlah yang terbaik, semoga Allah meridhoi usaha kita".
Romantis ya...[ups, jadi pingin sms...saya kan juga suka banget sms]. Dulu...sore hari, “Dik, minta dibelikan apa?” sms suami beliau. “Tidak usah beli apa-apa, Mas pulang dengan selamat saja sudah Alhamdulillah...”
Suami istri selayaknya pakaian, begitu Al Qur’an mengkiaskan. Suami pakaian istri demikian pula sebaliknya. Pakaian tuk menutupi aurat [sesuai syariat tentunya], menjadikan indah pandangan mata. Indah dalam pandangan mata pasangan juga sedap dipandang orang lain. Saling nasehat menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. Seperti halnya suami-istri dalam tulisan ini. Semoga Allah memudahkan saya dalam mengambil setiap hikmah dari orang-orang di sekitar saya. Aamiiin

Dikirim pada 27 November 2011 di oase
23 Nov


Bismillah ...
Tulisan ini terinspirasi dari tabligh akbar, 19-11-2011 bersama Teh Ninih. Temanya menyambut tahun baru hijrah. Beliau mengawali dengan membaca ayat ini...
“(Mereka berdo’a), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Ya Tuhan kami, Engkau-lah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya.” Sungguh, Allah tidak menyalahi janji. [Qs Ali ‘Imran : 8-9]
Esok, kita tidak tahu apa yang bakal terjadi, 20 menit ke depan kita pun tidak tahu apa yang akan terjadi, bahkan dua detik ke depan kita tak kan pernah tahu apa yang akan terjadi. Semua Allah yang mengatur. Hanya kepada-Nya lah kita mesti berharap. Dan atas karunia juga rahmat-Nya lah tulisan ini terhaturkan.
Hidup layaknya garis lurus, ada pangkal, ada ujung. Pangkalnya lahir, ujungnya kematian. Kita tak kan tahu kapan kita akan bertemu dengan ujung garis hidup kita. Yang terpenting adalah dari pangkal hingga ujung berisi amal semata. Apa pun amal yang dilakukan, semua tergantung dari niatnya. “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut” (HR. al-Bukhāriy dan Muslim).
Cukuplah Allah saja yang dituju dari setiap amal yang kita lakukan. Kepada Allah dan Rosul-Nya kita berhijrah. Hijrah secara maknawi diartikan sebagai perpindahan dari tempat satu ke tempat yang lain. Dengan harapan memperoleh yang lebih baik.
Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” [Qs. Al Hasyr : 18]. Ujung garis hidup kita harus dalam keadaan siap. Dengan taqwa, kesiapan itu direncanakan. Hijrah dapat digunakan sebagai salah satu upaya merencanakan hari esok. Hijrah harus memberikan perubahan. Jika tidak perubahan, belum hijrah namanya. Misal hafalan dari dulu hingga sekarang masih 4 surat pendek dalam Al Qur’an. Perubahan untuk lebih baik di hari esok menuju ujung garis kehidupan. Orang yang paling cerdas, dialah yang paling banyak mengingat mati. Sehingga setiap perubahan diusahakan menjadi bekal untuk kehidupan sesudah mati.
Adapun macam hijrah dapat dibaca lebih lanjut di http://inspirasimustika.blogspot.com/2011/11/macam-macam-hijrah.html

Dikirim pada 23 November 2011 di Belajar dari Ustadz


Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Keno opo ati digawe kuciwo
wong nyatane rizki tan keno di nyono
lha njur ngopo urip di gawe nelongso
wong nasibe wis di nulis sing kuwoso

Gusti ora sare
Gusti ora sare
Gusti Allah pirso karo awake dewe

Mengapa hati dibuat kecewa
bila kau tau dunia sementara
mengapa jiwa selalu merana
bila kau hidup dalam naunganNya

Allah tidak tidur
Allah tidak tidur
Allah Maha tau segala-galanya

Gusti ora sare
Gusti ora sare
Gusti Allah pirso karo awake dewe

didunia hidup hanya sementara
carilah dunia cukup yang sekedarnya saja
di akhirat hidup untuk selamanya
bersiaplah dengan bekal iman dan taqwa

didunia hidup hanya sementara
carilah dunia cukup yang sekedarnya saja
di akhirat hidup untuk selamanya
bersiaplah dengan bekal iman dan taqwa

Gusti ora sare
Gusti ora sare
Gusti Allah pirso karo awake dewe

Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Album : Gusti Ora Sare
Munsyid : Suara Syuhada

Dikirim pada 28 Juli 2011 di syair hati


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";}

Ahlan wa sahlan ya Ramadhan...ditulis oleh beliau Ustadz Syatori AR, Drs. Pengasuh Pondok pesantren mahasiswi Darush Shalihat Yogyakarta. Sebagai bekal menyambut Ramadhan 1432 H. Teruntuk sahabat-sahabatku yang merindu...
Semoga bermanfaat...

Ramadhan, harum baumu memutihkan kehidupan. Cerah wajahmu memerahkan nyali perjuangan. Rekah senyummu menguningkan padi ketundukkan. Lembut sapamu menghijaukan padang ketenangan...

Subhanallah, Tamu Agung itu...
Ramadahn, tamu agung yang diruindu itu sebentar lagi akan tiba mengunjungi hari-hari kita selama sebulan penuh.
Ya Allah,berkahilah Ramadhan kami kali ini, jadikan ia taman surga, tempat kami membebaskan diri dari segala jeratan belenggu hawa nafsu. Jadikan ia mentari selalu menerangi jalan hidup kami menuju surga-Mu...
Apa yang sudah kita siapkan?
Siapa pun tamunya, pasti membawa berkah, lebih-lebih tamu Ramadhan. Tapi siapkah kita menerima berkah Allah lewat Ramadhan ini? semua bergantung pada sikap terhadapnya, baik sebelum, ketika dan sesudah ia datang.
Adab menerima tamu
Islam menetapkan bahwa menerima tamu itu ada adabnya, yaitu ;
Menyiapkan rumah kita agar tak terkesan sebagai rumah hantu.
Membersihkan rumah dari segala kotoran yang mengganggu
Menyiapkan hidangan terlezat selera “daqu"
Menyambut dengan senyum menyentuh qalbu
Menempatkan tamu di tempat yang nyaman
Rumah Hantu, Hati Hantu
Siapa pun tidak akan mau bertamu di rumah hantu, yaitu rumah yang pantasnya dihuni oleh makhluk hantu (pasti ngeri dan serem!!)
Hati hantu adalah hati yang di dalamnya tidak ditemukan sifat-sifat terpuji yang dibenci oleh para hantu bernama syetan, seperti : qana’ah, tawakal, khauf, roja’, ikhlas, rahmah dst. Justru yang bercokol dihati hantu adalah sifat-sifat tercela yang disuka hantu syetan, seperti ; syirik, nifaq, riya’, sum’ah, sombong, dendam, kiki dll.
Ramadhan tidak akan mau mengunjungi siapapun yang masih berhati hantu seperti ini. karena itu, inilah saatnya kita menghilangkan bahkan mengikis habis semua “hantu” yang masih bergentanyangan memenuhi jagat hati kita, dengan kita hunuskan pedang jihadun nafsi (brejuang melawan nafsu) dan kita babatkan ke nafsu yang telah menghantukan hati kita, dengan cara :
Senyumlah kepada orang tidak kita suka
Berikanlah segala yang kita suka (Alhamdulillah...)
Beramallah dengan kebaikan yang nafsu kita sangat tidak suka (Laa ilaaha illallaah...)
Balaslah keburukan orang dengan kebaikan yang paling ia suka (Allahu Akbar...)
Rumah kotor, Hati Kotor
Siapapun akan enggan bertamu di rumah yang kotor dan bau. Kalau pun terpaksa bertamu, hanya bisa bertahan beberapa menit.
Ramadhan adalah tamu yang sangat bersih dan suka dengan yang bersih. Maka ia sangat suka mengunjungi hamba-hamba yang berhati bersih, dan enggan serta tidak betah mengunjungi orang-orang yang berhati kotor dan bau. Sehingga orang-orang yang berhati kotor hanya mersakan kehadiran Ramadhan itu hanya dalam beberapa hari saja. Selebihnya tidak terasa lagi kehadirannya, adanya sama seperti tiadanya (Wal ‘iyadzu billah)
Hidangan Lezat, Hati Nikmat
Setiap tamu pasti senang disuguh hidangan lezat nan nikmat. Begitu pulalah tamu Ramadhan, yang sebentar lagi datang mengunjungi kita, sangat suka dengan hidangan-hidangan lezat lagi nikmat. Apakah hidangan itu? Bukan makanan. Bukan pula minuman, melainkan amal ibadah dan amal shalih yang telah kita rasakan nikmat-lezatnya sampai ke hati kita.
Amal ibadah dan amal shalih yang belum dirasakan nikmat lezatnya sampai ke hati, akan menjdai suguhan yang tidak enak bagi sang tamu Ramadhan. Akibatnya, diapun tida betah membersamai kita, dan kita pun damal 2 atau 3 hari kemudian merasakan letih, jenuh, dan bosa dengan mala-amal Ramadhan. Ramadhan pun “pergi” meninggalkan kita tanpa pesan, tanpa kesan.
Bagaimana caranya agar kita bisa menikmati lezati segala amal baik kita? Berikut langkah-langkahnya :
Membeningkan hati sebening-beningnya
Mengikhlaskan semua amal baik kita semata-mata karena dan untuk Allah
Berjuang untuk tidak pernah henti mengamalkan segala kebaikan.
Senyum Ramadhan, bahagia Kita
Tamu mana yang tak senang disambut snyum tulus menawan. Ramadhan pun akan bahagia, saat dari “Jauh” ia melihat kita tersenyum bahagia menyambut.
Senyum kita adalah bahagia kita yang tak terperi, berseri bagai cerianya pagi hari menyambut hadirnya mentari, atau bagai sang putri yang mengimpikan menjadi bidadari.
Senyum kita kepada Ramadhan adalah buncahan rindu yang mensyahdu dalam suratan doa-doa yang tiada henti agar kita segera dipertemukan kembali dengan Ramadhan.
Senyum kita kepada Ramadhan adalah serpihan cinta yang menyatu dalam siratan khusyu’ khudu’nya hati kita dalam dekpan ta’abbud kepada-Nya.
Akhirnya, semoga kelak kita bisa menempatkan Ramadhan di tempat yang paling disukainya, yaitu hati yang telah berselimutkan iman dan ihtisab kepada Allah Ta’ala.
Iman akan membuat amal-amal Ramadhan kita lakukan semata-mata karena cinta kepada Allah Ta’ala dan rindu untuk berjumpa dengan-Nya di taman surga.
Ihtisab akan membuat semua amal baik kita di bulan Ramadhan ini kita lakukan semata-mata karena Allah, hanya ingin dibalas Allah Ta’ala. Dan cukuplah hanya Allah sebaik-baik yang memberi balasan.
Rasulullah SAW bersabda :”barangsiapa yang berpuasa(riwayat lain menyebut beribadah) di bulan Ramadhan, semata-mata karena iman dan ihtisab kepada Allah, maka akan diampunilah dosa-dosanya di masa lalu.” (HR. Muslim)
Semoga Ramadhan kita kali ini menjadi Ramadhan yang terbaik dalam hidup kita. Karena bisa jadi inilah Ramadhan kita yang terakhir...
Ya Allah akhirilah hidup kami husnul khotimah. Dan jadikanlah surga sebaik-baik tempat pertemuan kami dengan semua orang yang kami cintai, di alam akhirat nanti.

Dikirim pada 20 Juli 2011 di Belajar dari Ustadz

Tak biasa aku sendiri begini. Membisu, berkawan tumpukkan buku-buku di meja kantor, juga deretan buku kawan-kawan penghias meja mereka. Terakhir kawan kantor pamitan dengan mata tak tega meninggalku, pukul 13.30 WIB. Hmmm...hingga 15.00 WIB bakalan sendirian. Suara molen, pekerja bangunan yang menambah bangunan lantai 2 menderu mengalahkan suara streaming-ku. Aku coba menambah volume streaming. Hasil pertarungan, suara molen seakan masuk lewat telinga kiri, suara streaming seakan masuk telinga kanan. Aroma bawang putih dari makan siangku menyengat. Lotek, campuran berbagai sayuran dengan bumbu kacang tanah, cabe, bawang putih, kencur, daun jeruk, terasi, air asam, ditambah ketupat dan krupuk. Wuih...kadang diri ini sering tergoda meski menu ini tak satu kali pun aku makan dalam waktu satu bulan. Sebenarnya aku tadi hanya membeli setengah porsi, tapi masya Allah, setengah saja harus aku makan dengan jeda. Aku harus memberi ruang gerak isi lambung ini. Padahal lotek jika tidak sekali habis rasanya akan jadi aneh. Hmmm...mau gimana lagi. Meski tadi pagi sarapan bubur seharga Rp. 1500,- saja, plus sebutir telur rebus ternyata tak mengubah jumlah makanku.
Aku jadi ingat, ahad lalu.
“Assalaamu’alaikum!!!” salam itu mengusik kenyamanan kami melalui lubang angin jendela kamar. Sepertinya aku mengenal suara itu. Pukul 21. 14 WIB. Lampu ruang tamu rumah sudah dimatikan. Seluruh penghuni rumah kami sibuk di kamar masing-masing. “Mau ngapain ya...” celetuk si bungsu. “Nganter nasi kali” tebakku. Kami berdua tak beranjak meski sudah menjawab salam. Adikku yang berada di kamar sebelah terdengar membukakan pintu. Sayup-sayup kami mendengar percakapan di luar. “Astaghfirrullahal’adziiim...” guman si bungsu. Beberapa detik berikutnya tawa kami pecah. “Wong di kasih makanan orang kok malah istighfar yo Mbak”, katanya. “Sudah jam segini, lagian makanan kita masih sisa banyak kan Mbak,” lanjut dia. “ Kita simpan untuk besuk pagi...” sahutku. Benar. Sepupu kami mengirim makanan. Kami tidak tahu kalau mereka ada acara.
Dua hari dapur kami tidak mengepul. Hari sebelumnya kami mendapat kiriman makanan dari kakak ipar. Malamnya kami membawa pulang lagi makanan karena mengikuti acara di rumahnya. Dari pada mubazir, akhirnya kami simpan saja untuk esuk paginya. Alhamdulillah tidak perlu masak. Cukup untuk makan pagi dan makan siang. Belum juga kami makan siang, eeee...kami dapat kiriman makan siang plus kotak syukuran dari saudara yang aqiqah-an. Alhamdulillah dapat makanan segar. Ba’da ashar kami ke rumah mereka berniat membantu mengantar makanan ke tetangga. Dan tentu saja di sana kami disuruh makan. Aku sedang ada jadual puasa saat itu, maka aku katakan saja, maaf aku puasa. Kedua adikku meski belum lapar, akhirnya makan untuk menghormati mereka. Menjelang maghrib kami ijin pulang, kedua adikku pulang lebih dulu. Keberuntungan, disebabkan aku tidak makan di sana maka jatah makanku dibawain pulang, “Untuk buka puasa di rumah,” kata saudaraku khawatir makanan di rumah habis. Aku sudah berusaha meyakinkan mereka bahwa di rumah masih banyak. Tak mempan. Akhirnya aku dibawain lauk tanpa nasi. Alhamdulillah.
“Mbak, dapet syukuran aqiqah dari Mbak Bekti,” kata adikku menyambut kedatanganku. “Alhamdulillah...padahal aku juga dibawain makanan Bu Tukinah lho, banyak banget...” sahutku. Bekti, salah satu sahabat baikku. Rumahnya sekitar 6 km dari rumahku. Sering sekali dia mengirim makanan ke tempatku. Alhamdulillah ya Allah. kami benar-benar berlimpah rezeki, dan tidak juga berbagi ke tetangga dekat karena kami tahu bahwa mereka juga mendapat rezeki melalui saudara kami yang syukuran. Akhirnya sisa makan malam kami, kami simpan untuk esuk hari hingga kami mendapat tambahan rezeki lagi.



[to be continued]

http://inspirasimustika.blogspot.com/2011/04/astaghfirullah.html

Dikirim pada 16 April 2011 di Dari Rosululloh

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kalian di muka bumi, dan carilah karunia Allah...” [QS Al Jumu’ah : 10]

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya...” [QS Hud : 6]

Bertebaran dimuka bumi mencari karunia Allah sebagai wujud ikhtiar menjemput rizeki Allah. Rizeki yang Allah berikan untuk setiap makhluk-Nya. Tinggal kita mau menjemputnya atau tidak. Kamis, 30 Desember 2010 semestinya saya juga menjemput rizeki yang sudah pasti. Syaratnya sederhana saja, menghadiri rapat akhir tahun, maka tanda tangan kehadiran akan membuahkan uang minimal uang transport, makan siang [bisa jadi dapat bingkisan pula...]. Hari sebelumnya saya diberitahu teman bahwa undangan di meja kantor, dan saya berniat menghadiri acara tersebut berikut deretan acara yang akan saya lakukan setelahnya. Dengan rencana matang dan perkiraan sampai rumah sebelum maghrib atau jika kesorean agenda maghrib di masjid ketandan saja.

Prepare kostum sejak jam 5 wib sambil dengerin MQ Pagi. Session pertama Aa’ Gym dengan tema sedikit nyerempet-nyerempet final AFF semalam. Bahwa sebenarnya jika kita berhasil menjebol gawang lawan dengan gol, semestinya kita minta maaf [hehe...ada-ada saja]. Bahwa yang menang itu bukanlah yang unggul dalam mencetak gol, tapi yang menang adalah yang lebih sholeh. bahwa bisa jadi yang ada di stadion ‘ashar terlepas, maghrib terlewat, ‘isya sudah kelelahan. Saya berhenti menulis karena tiba-tiba saya melihat hitam-hitam bergerak. Astaghfirullah...Ular!! Sedang apa engkau di depanku? Menjemput rizeki atau menjemput maut? Sudah saatnya engkau menghadap Illahi, wahai ular!!! Alhamdulillah...insiden terlewat sudah.
Tulisan ini saya copas dari blog saya, silahkan kunjungi lebih lanjut di http://inspirasimustika.blogspot.com/2010/12/menjemput-rizeki.html

Dikirim pada 11 Februari 2011 di oase


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

“Haiii....” sapaan 2 kakak beradik berseragam SD Muh. Purwanggan yang tiba-tiba muncul di pintu kantor. Keheningan kami terusik. Serempak kami melihat pintu. Sang ayah langsung menjawab “wa’alaykumsalam”. Kedua kakak beradik tersenyum sambil menghampiri sang ayah. “Lho kok ra salim” sapa sang ayah kemudian diikuti uluran tangan sang anak menyalami teman-teman kantor yang putra. Melihat muka keduanya merah padam saya ikut nimbrung,”sampai sini naik apa le” (panggilan jawa untuk anak laki-laki-Red). “naik bis” jawab sang kakak sambil melihatku. “terus kesininya?” “jalan kaki..” Subhanallah.
Melepas baju atasan dan ternyata di dalamnya mereka memakai kaos sambil berkata,”panas..panas”. Oh,.pasti panas! Tengah hari gini dengan cuaca cerah di Jogja, siang ini. Naik bus kota jalur 15 dari jl KH Ahmad Dahlan-Jl Godean 15an menit selanjutnya berjalan kaki 300an m tentu membuatmu kepanasan Nak. Kakak-beradik, SD kelas 2 dan 4, bukan tipe bongsor... kalian pemberani Nak. Tapi ...begitulah anak-anak. Merah padam, berkeringat tak membuat mereka kecapekan. Melihat sang ayah serius di depan laptopnya mereka hanya melongok monitor, terus ngeloyor keluar setelah sang adik bilang,’’iki lho mas..iki lho mas’’. Di luar mereka melihat pekerja-pekerja sedang membetulkan saluran air. Masuk lagi ke dalam kantor langsung duduk di depan computer, kebetulan tak terpakai. Sang ayah meninggalkan laptopnya entah kemana. Sang kakak langsung menduduki kursi sang ayah. Penguasa berganti. ’’iki lho mas..iki lho mas’’ sang adik berkata lagi. Sang kakak mendekati adik. Entah apa kesibukan mereka. Saya juga sibuk nulis ini. Oh..terlihat sang kakak kembali ke kursi sang ayah. ’’iki lho mas..’’ masih ditempat yang sama sang kakak mengomando sang adik apa yang harus dilakukan. Mereka sibuk di depan monitornya masing-masing. Game online.
Sebenarnya aktivitas ini biasa saya lihat. Sang ayah biasa menjemput kedua putranya sepulang sekolah dan dibawa ke kantor. Mereka melakukan apa pun yang mereka suka, badminton, game online, bermain, beli makanan di koperasi tentu saja bonnya mereka tulis di buku ayah mereka[sepertinya ini mendidik berhutang..hehe]. Atau entah apa lagi yang mereka lakukan tanpa mengganggu kami sampai sang ayah selesai bekerja. Hmmm...ini rumah keduamu ya Nak. Mereka biasa diajak pulang hingga jam 16an. Sebenarnya aktivitas ini biasa saya lihat. Sang ayah lain ataupun sang ibu menjemput anak-anak mereka mulai dari pukul 13 hingga pukul 15 dan... membawa mereka di sini. Adakalanya.
Saya jadi teringat ketika kuliah dulu. Kedua putra salah satu dosen setiap pulang sekolah pulangnya ke kampus. Dari ketika seragam sekolah merah-putih menjadi biru-putih, biru-putih menjadi abu-abu putih. Sekarang tak berseragam...bisa jadi. Kampus rumah kedua bagi mereka. Makan siang, belajar dan entah apa yang mereka lakukan di ruang ayahnya. Tentu saja mereka tak mengganggu aktivitas ayahnya karena sang ayah memiliki dua ruang di gedung berbeda. Bahkan pernah kami melihat mereka pulang pukul 16an dan...lho? kok istri beliau juga pulang dari sini?padahal beliau kan tidak kerja disini? Begitu dulu kami terheran-heran.
Saya jadi teringat Ghozian Adlan (3 tahunan) ponakan. Sekolah play guk pesantren dekat sekolah mama kata dia. Sayang Samarinda tak seperti Jogja, dimana play group bisa sampai pukul 15. Jika mbak saya ngajar sore maka Ghozi pun ikut masuk kelas karena dia harus dijemput pukul 11 wita. Saya sempat nanya,”Ghozi ganggu ga mbak?’’ Mbak bilang tidak. Hanya saja Ghozi memiliki sifat penolong jadi ketika tulisan di papan sudah penuh Ghozi akan siap menghapus, ‘Ghozi aj ma’ kata dia ke mamanya dan akan bilang ke siswa, ini sudah Kak? J kacau.
Saya jadi teringat, ketika harus menemani bapak menginap beberapa hari di PKU. Shift pagi pukul 7-14 wib. Dari teras Multazam terhubung tangga menuju lantai 3 dan lantai 1. Macam tangga khusus karena tangga ini akan sibuk, bapak-bapak maupun ibu-ibu berseragam, hilir mudik menjelang pukul 7 dan setelah pukul 14an. Ada apa gerangan dilantai atas? Mengapa mereka membawa anak-anak dari yang masih dalam gendongan berbekal dot hingga anak-anak usia 3-4 tahunan ke rumah sakit? Mengapa pula ujung tangga lantai atas tertutup macam pagar? Hingga...beberapa hari berikutnya pertanyaan dalam benak saya terjawab. Ketika saya duduk di samping tangga dan kebetulan ada salah satu pegawai turun mengandeng anaknya saya menyapa sambil tersenyum, “lantai atas ada playgroupnya ya?” ‘iya, juga penitipan’ “oya? Masya Allah!” I like this. Salah satu rumah sakit swasta ternama di Jogja menyisihkan salah satu lantainya untuk playgroup dan penitipan bagi karyawannya. Apa mereka mengganggu kerja orang tuanya? Tentu saja tidak. Pernah terlihat oleh saya anak-anak berjalan-berlari dengan santainya di lantai bawah pukul 14an. Sang ayah hanya bertanya “mau kemana?” membiarkan sang anak berekspresi. Hmmm...ini rumah keduamu ya Nak.
Dan kini...ada yang sempat mencair dari pikiran yang lama sudah mengendap. Instansi yang menyelaraskan kewajiban untuk umum dan kewajiban untuk keluarga adalah idealita. Ada yang perlu direncanakan dengan matang ketika wanita memutuskan untuk berdaya bagi sesama dalam suatu instansi. Harus ada kerja ekstra menyelaraskan berbagai amanah. Diperlukan tim work yang saling bersinergi dalam pemberdayaan ini. Dan kini...disini, di tempat kita sendiri, sudah banyak fasilitas yang memudahkan Anda.
Pemilihan sekolah untuk anak macam teman kantor saya yang mengharuskan mereka berangkat pukul 6 karena berjarak puluhan kilometer, memang menyebabkan kemacetan semua jalur arah kota Jogja pagi hari. Tak terbayang pula ribetnya ngantor pukul 7 dengan mengendong bayi. Mana pula balita-balita itu masih tidur diboncengan dengan pakaian seragam. Tetapi lihatlah...bukankah itu membuat anak-anak tetap dekat dengan orang tua mereka. Tanpa terlihat mengekang dunia mereka karena mereka berhasil mencipta dunia mereka sendiri, disini...di dekat ayah-bunda. Ini yang namanya berjuang Nak...
Duniamu dimana Nak? Rasulullah akan bangga dengan jumlah kita yang banyak dan kompeten tentu saja. Dan ini sudah kita awali sedari kecil dulu, ketika kita sudah mampu melakukan pilihan. Ya...kita sudah mampu menentukan pilihan sejak kita lahir. Minimal memilih minuman dan makanan yang kita inginkan. Hingga... kita menjadi anak-anak. Kita mampu memilih baju, sepatu, teman dan tentu saja sekolah yang membuat kita nyaman. Kita memilih dunia kita. Orang tua kita memang tidak memutuskan pilihan dunia kita tetapi orang tua kita mengontrol arah dari pilihan dunia kita. Dan kini...dunia kita sudah terbentuk menuju kompetensi yang membaik setiap harinya.
Lantas...bagaimana dengan dunia anak kita?
Duniamu dimana Nak? Inilah yang mesti Anda rancang, bagi Anda yang sudah menikah dan memiliki anak, bagi Anda yang sudah menikah dan akan memiliki anak, bagi Anda yang baru menikah, bagi Anda yang berniat menikah, bagi Anda yang merancang pernikahan, bagi kita pengukir sejarah. Duniamu Nak...yang bisa kami lihat setiap saat yang mendukung keberdayaan kami, dan mendukung pertumbuhanmu dengan sehat. Jika pesan Rasulullah ajarilah anakmu berkuda, berenang dan memanah...maka akan nyunnah kita dengan poin plus saat mengajari anak-anak kita berenang, berkuda [kuda hidup dan kuda besi], memanah [menembak apa lagi dengan peluru kendali...]. Ya! Bisa jadi kita memfasilitasi sendiri. Tetapi kita ketika kita tidak mampu, kita bisa memanfaatkan fasilitas yang dipastikan ada di dekat kita. Memberdayakan sesama. Pilihlah duniamu Nak...dekat ayah bunda dengan semua fasilitas yang mengajarimu lebih mengenal Rabb-mu juga Rasul-mu.
Mungkin...kita perlu meneladani do’a Ibnu Jauzy, “Ya Rabb-ku, wujudkanlah cita-citaku dalam hal ilmu dan amal. Berilah umur yang panjang agar aku mencapai yang aku inginkan.”


Dikirim pada 18 Desember 2010 di oase



Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia... ya! Tiada yang sia-sia dalam setiap penciptaan Allah. Dari yang mikroskopis sampai yang makroskopis sekalipun. Hanya saja... adakalanya kita belum mampu menguak makna yang ada. Ada pun yang sudah terkuak...menuntun kita untuk berdo’a... “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran : 191)
Dan...
Ini tentang tembakau... menyebut kata tembakau, kita langsung teringat bahwa tembakau merupakan bahan utama rokok berikut assesoris penyakit yang ditimbulkan oleh penggunanya.
Tapi...
Ini adalah manfaat positif tembakau...
Mencegah karat
Nikotin pada tembakau dapat dimanfaatkan untuk mencegah karat pada besi. Senyawa nitrogen yang terkandung pada nikotin (di tembakau) dan kafein (di daun teh) inilah yang mampu mencegah karat. Nitrogen sebagai bahan baku inhibitor (bahan penghambat panas) karena mempunyai pasangan electron yang bisa menangkal karat. Sudrajat, beni Hermawan, dan Sinly Evan Putra-ketiganya peneliti dari jurusan kimia FMIPA Universitas Lampung berhasil melakukan penelitian mengenai hal tersebut. Mereka melapisi besi, tembaga, dan aluminium dengan ekstrak daun tembakau, teh dan kopi. Hasil yang diperoleh tidak ada karat yang muncul, bahkan meski rendamannya berupa larutan garam. Tumbuhan lain yang mempunyai efek sama ialah senyawa nitrogen dari daun pepaya dan lidah buaya. (trubus –juni 2007)
Protein anti kanker
Hmmm...ternyata tembakau dapat pula menghasilkan protein anti-kanker. Menurut peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), DR Arief Budi Witarto MEng, demikian seperti dikutip Antara.
“Protein dibuat oleh DNA dari tubuh kita, kita masukkan DNA yang dimaksud itu ke tembakau melalui bakteri, begitu masuk, tumbuhan ini akan membuat protein sesuai DNA yang dimasukkan. Kalau tumbuhan itu panen, kita dapat cairannya berupa protein,” katanya. Selain untuk protein antikanker, dapat juga untuk menstimulasi perbanyakan sel tunas(stemcell) yang bisa dikembangkan untuk memulihkan jaringan fungsi tubuh yang rusak. Tembakau juga mengandung sumber protein yang dapat menstimulasi antibody terhadap human papilloma virus (HPV), yang menjadi penyebab kanker mulut rahim.
melepas gigitan lintah
Tembakau dapat juga digunakan untuk melepaskan gigitan lintah. Tembakau bisa digunakan untuk insektisida karena nikotin yang terkandung merupakan neurotoxin yang sangat ampuh untuk serangga. Kalau serangga saja bisa mati karena nikotin, berarti manusia pengguna nikotin pun dapat mengalami hal serupa.
Pemelihara kesehatan ternak
Ekstrak tembakau (nikotin 1,68%) mempunyai potensi untuk membasmi cacing H. contortus. Sebagai akibatnya hasil pengobatan akan memberikan keuntungan bagi para pemelihara ternak, sebab kesehatan ternak tersebut makin baik. Lagi lagi nikotin sebagai pembasmi. Hmmmmm....
Penghilang embun
Tembakau bisa juga digunakan untuk menghilangkan “embun” pada kaca dalam mobil pada waktu hujan dengan cara menggosokkan tembakau pada kaca tersebut.
Obat luka
Daun Nicotiana tabacum dapat berkhasiat sebagai obat luka. Untuk obat luka dipakai ± 25 gram daun segar Nicotiana tabacum, dicuci dan ditumbuk sampai lumat. ditambah minyak tanah ± 25 ml diperas dan disaring. Hasil saringan dioleskan pada luka.
Tentu saja masih banyak lagi manfaat positif tembakau yang belum tertulis disini. Salah satunya adalah tembakau memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika ditinjau tembakau sebagai bahan dasar rokok. Tetapi jika ini diambil sebagai manfaat positif tentu saja banyak permasalahan yang menyertai. Kemadhorotannya jauh lebih banyak dari pada manfaatnya. Dan pastinya saya tidak merekomendasikan semua yang merugikan.
Nah...mari kita ambil manfaatnya saja..dan kita jauhi segala yang merusak. Alam semesta perlu keseimbangan, tubuh pun butuh keseimbangan, maka jika kita mencoba memasukkan benda asing yang tak bermanfaat bagi tubuh, dia akan bereaksi menyeimbangkan diri. Efeknya sampingnya akan kita rasakan sendiri.
@dari berbagai sumber@

Dikirim pada 05 November 2010 di Ciptaan-Nya

VIVAnews – Tiap orang butuh niat kuat agar sukses menurunkan berat badan. Lemak yang menumpuk di tubuh merupakan akumulasi selama berbulan-bulan, bahkan bertahun tahun lamanya. Tapi, jangan khawatir, cukup ikuti tips ini untuk mengurangi berat badan dalam waktu singkat.
Pilihan olahraga tepat bisa menambah peluang Anda agar bobot tubuh mudah menyusut. Berikut lima jenis latihan fisik yang dapat membakar lemak tubuh lebih cepat, seperti dikutip dari Timesofindia.
Latihan cardio
Cardio adalah model latihan terbaik bagi pemula. Tidak ada yang menyangkal fakta bahwa latihan ini sanggup membakar kalori secara optimal. Bentuk tubuh tanpa timbunan lemak berlebihan yang banyak diimpikan kaum wanita dapat menjadi milik Anda, tanpa perlu banyak keluar keringat.
Latihan cardio tidak hanya membantu Anda untuk mencapai badan yang bagus, tapi juga meningkatkan stamina, membuat tubuh energik dan fleksibel. Berjalan pada treadmill, cross-trainer, bersepeda, berenang, dan melompat-lompat merupakan bentuk paling populer dalam latihan cardio.
Latihan treadmill akan menggerakkan seluruh tubuh, sedangkan cross-trainer sangat baik untuk otot pinggul dan paha Anda. Mengayuh sepeda juga dapat mengencangkan otot paha dan perut. Latihan cardio mirip latihan aerobik, karena banyak menggunakan gerakan pada otot-otot secara berkesinambungan dan berirama dalam setiap geraknya.
Seimbangkan dengan diet: Setelah menetapkan latihan yang rutin, sebaiknya secara bertahap Anda mengurangi konsumsi daging merah, kentang goreng, mentega, keju, dan berbagai jenis junk food. Minum air sesuai kebutuhan tubuh Anda. Minum air kelapa dan jus buah segar juga bagus untuk tubuh.
Spinning
Spinning adalah olahraga aerobik yang dilakukan di atas sepeda stasioner yang dirancang khusus atau disebut sepeda berputar. Anda dapat menyesuaikan kecepatannya, bisa juga seolah-olah mendaki bukit atau menuruni bukit.
Spinning yang dibantu instruktur olahraga di pusat kebugaran dapat membantu Anda untuk tetap menjaga tempo olahraga. Di studio kebugaran, dengan iringan musik dan pencahayaan yang bervariasi, suasana yang menenangkan dan nyaman, membuat Anda fokus. Latihan ini membantu mengurangi lemak dan membangun otot. Anda dapat melakukan 30-45 menit tanpa henti dalam delapan hari, jika Anda menggabungkan dengan cardio.
Seimbangkan dengan diet: Kurangi porsi makanan dari penganan favorit atau yang mengandung lemak dan gula yang tinggi. Hindari menyantap kentang goreng, mentega dan keju.
Lompat tali
Latihan ini dapat membakar lemak dalam jumlah yang banyak pada tubuh Anda. Manfaatnya sangat bagus untuk mengencangkan otot betis, paha, dan bokong Anda.
Seimbangkan dengan diet: Diet sehat, tapi hindari makanan berminyak dan junkfood apapun. Perbanyak minum air putih, jus buah segar dan air kelapa.
Aerobik dan latihan ketahanan
Latihan secara rutin yang baik adalah dilakukan di klub kebugaran di bawah bimbingan pelatih ahli yang memahami tingkat kebugaran Anda. Daya tahan dan keluwesan saat latihan dapat membantu meningkatkan stamina. Jika melakukannya secara rutin, akan sangat baik untuk Anda.
Dengan latar belakang musik, latihan aerobik menjadi sangat menyenangkan untuk membakar lemak dan mendapatkan kebugaran. Untuk mencapai hasil terbaik, lakukan latihan sedikitnya tiga kali seminggu. Lakukan pemanasan dengan latihan cardio set seperti melompat dan melompat-lompat untuk membangun stamina.
Seimbangkan dengan diet: Hindari makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi seperti kentang dan pisang. Jika suka makan nasi, kurangi porsi nasi tiap kali Anda makan.
Pilates
Latihan Pilates adalah salah satu sistem kebugaran yang paling populer di dunia saat ini. Ini jenis latihan aerobik yang mencakup seluruh rangkaian rutinitas di lantai.
Kelompok kelas dilakukan di klub kebugaran, di mana instruktur latihan akan menunjukkan rutinitas baru secara berkala, tergantung pada kemampuan Anda. Setelah pelatihan dua hari dasar, status tubuh diputuskan dan tujuan adalah tetap untuk seminggu. Latihan ini dapat mengencangkan dan menguatkan otot-otot badan.
Seimbangkan dengan diet: Diet sehat, tapi hindari makanan berminyak dan junkfood. Minum banyak air, jus buah dan sayuran dan air kelapa. (pet)

Dikirim pada 31 Oktober 2010 di Ciptaan-Nya
Awal « 1 2 3 4 » Akhir
Profile

Mustika Lutfi dalam episode kehidupannya mencoba belajar untuk lebih benar, lebih santun, lebih berdaya, lebih bermakna...Belajar menjadi diri yang Luar Biasa. Belajar dan terus belajar, "Learning from the future" :) belajar menjadi anak yang sholehah sebagai kewajiban, belajar menjadi istri sholehah sebagai cita-cita :) More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 77.673 kali


connect with ABATASA